Tentang Saya
Nama saya Rizky Tanri Bali Ginting. Lahir di Padangsidimpuan, 9 Juni 1999. Saya memiliki saudara kandung yang berumur 2 tahun di bawah saya, Andri Mattola Ginting namanya. Ayah saya bernama Muhammad Yusuf dan ibu saya bernama Elin Sylvia. Masing-masing bekerja sebagai pegawai swasta dan ibu rumah tangga. Alamat rumah saya yaitu Jl. Sastra Kencana II Blok U2 No.25 RT.04 RW.05 Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Saya tinggal di BSD,Tangerang Selatan sudah lama, sejak saya masih kecil kira kira umur 4 tahun walaupun pernah beberapa kali pindah rumah. Hobi saya adalah travelling, berenang, meonton pertandingan olahraga, dan membaca.
Jenjang pendidikan saya Alhamdulillah sangat beruntung sekali, karena dari SD sampai Kuliah sekarang saya telah diterima di sekolah yang saya inginkan. Ini berkat nikmat dan karunia dari Allah SWT. yang telah diberikan kepada saya dan berkat doa dari kedua orang tua. Saya SD di SD Negeri Rawabuntu 3 yang merupakan sekolah negeri terbesar se-Tangerang Selatan pada waktu itu. Sewaktu SD saya sangat sedih jika orang tua saya meninggalkan saya sekolah. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya sudah terbiasa apabila ditinggal orang tua. Ada beberapa larangan ketika saya SD yaitu, saya tidak diberbolehkan membawa uang jajan ke sekolah dan hanya diperbolehkan membawa bekal dari rumah. Tetapi ini ada baiknya juga yaitu, saya tidak boleh jajan karena tempat jajan di SD saya kurang bersih lingkungannya. Setelah lulus dan mendapatkan nilai Ujian Nasional yang memuaskan akhirnya saya melanjutkan ke SMPN 11 Kota Tangerang Selatan yang tidak jauh dari rumah saya dan merupakan sekolah favorit. Hanya 1 km jarak SMP ke rumah. Oleh karena itu, saya bersepeda setiap hari ke sekolah. Di SMP saya menjadi orang yang lebih aktif dengan mengikuti beberapa ekstrakulikuler seperti futsal. Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya saya lulus dengan nilai Ujian Nasional yang memuaskan. Saat pemilihan SMA, SMAN 7 Tangerang Selatan lah yang saya inginkan. Tetapi kedua orang tua saya memerintahkan untuk memilih SMAN 2 Tangerang Selatan yang notaben nya merupakan sekolah favorit di Provinsi Banten. Awalnya saya tidak percaya diri bisa diterima disana karena ribuan pendaftar yang ingin masuk kesana dan yang diterima hanya 300an. Tetapi, berkat Rahmat Allah SWT. dan dorongan orang tua akhirnya saya diterima di SMAN 2 Tangerang Selatan. Di masa SMA sifat kepribadian saya berubah menjadi seseorang yang lebih aktif dengan menjadi panitia beberapa acara tahunan sekolah dan mengikuti ekstrakulikuler paskibra. Karena di paskibra saya ingin melatih fisik dan mental saya. Dan di masa inilah saya merasakan kekompa dan fungsi teman secara keseluruhan. Pada saat kelas 12 saya mulai fokus belajar dan meninggalkan bermain yang berlebiha untuk meraih cita-cita saya. Saya sering mengikuti Tryout PKN STAN Tahap 1 yang diselenggarakan di Jabodetabek. Awalnya cita-cita saya yaitu menjadi polisi sehingga saya memutuskan untuk mendaftar di Akpol. Selain itu, saya juga mendaftar di SNMPTN dan SBMPTN serta mendaftar di PKN STAN dan Akademi Perkeretaapian Indonesia. Orang tua dan keluarga sayamenyarankan untuk memilih Ikatan Dinas sebagai prioritas karena sudah terjamin pekerjaannya. Saya gagal di SNMPTN jurusan Teknik Industri UB tetapi tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap berusaha. Alhasil saya diterima di IPB jurusan Teknologi Industri Pertanian. Sementara itu untuk Akpol saya gagal di Tes Psikologi karena jadwal tes selanjutnya bentrok dengan Seleksi Tahap 2 PKN STAN dan Tahap 1 PMB PKN STAN Alhamdulillah saya lulus. Untuk Akademi Perkeretaapian Indonesia saya lulus Tahap 1. Akhirnya saya memutuskan untuk fokus masuk PKN STAN. Strategi saya adalah dengan mengerjakan soal setiap harinya dan berdoa. Alhasil pun saya diterima di PKN STAN Jurusan D3 Kepabeanan dan Cukai. Saya sangat bersyukur karena apa yang saya inginkan telah tercapai dan berterima kasih kepada Allah SWT. dan orang tua yang selalu mendukung saya serta kerabat lainnya. Semoga pilihan ini adalah pilihan yang tepat dan membuat kedua orang tua bangga. Aamiin..
Saya mendapatkan banyak pelajaran dari perjalanan pendidikan saya diantaranya adalah sikap saya sendiri. Sikap saya yang tadinya tidak peduli dengan hal yang di luar kehendak saya, menjadi sangat peduli dengan hal apapun. Sikap-sikap saya berubah menjadi lebih baik sesuai pengalaman yang telah saya lalui. Semakin dewasa saya mulai mengerti mana yang baik dan yang salah secara rinci.
Komentar
Posting Komentar